Detail Cantuman Kembali
pengaruh gas pelindung CO2 dalam pengelasan FCAW terhadap kekuatan dan struktur makro
Pengelasan merupakan proses krusial dalam pembangunan kapal karena menentukan kekuatan dan keandalan struktur. Metode Flux Cored Arc Welding (FCAW) banyak digunakan karena efisien dan menghasilkan penetrasi yang baik. Salah satu parameter penting dalam FCAW adalah laju aliran gas CO₂. Flow rate yang tidak tepat dapat menyebabkan cacat pengelasan dan menurunkan mutu sambungan. Namun, ketidakkonsistenan dalam spesifikasi pada Welding Procedure Specification (WPS) sering menimbulkan kendala di lapangan, terutama bagi juru las yang kurang berpengalaman. Pengujian dilakukan dengan tiga metode pengujian yaitu uji tarik, uji tekuk, dan uji makro, menghasilkan fakta bahwa Penggunaan Flow rate 5L/menit adalah metode pengelasan paling optimal untuk sambungan butt joint posisi 1G pada baja A36. Metode ini menghasilkan kekuatan tarik tertinggi (537,42 MPa), sambungan yang paling tahan terhadap deformasi plastis, dan struktur makro yang rapi dengan HAZ terkecil (2,52 mm) Hasil dari penggunaan flow rate 10 L/menit dan 15 L/menit masih layak dipertimbangkan, namun tidak sebaik variasi flow rate 5 L/menit dari sisi kekuatan maupun kelulusan uji bending. Data ini membuktikan bahwa variasi flow rate 5 L/menit menghasilkan sambungan paling kuat, ulet, dan stabil secara termal. Sebaliknya, penggunaan flow rate 10 L/menit dan 15L/menit cenderung kurang konsisten dan rentan terhadap kegagalan mekanik. Data ini menjadi dasar penting sebagai masukan pada penyusunan WPS yang lebih spesifik.
Salsabila Putri Ramadhani - Personal Name
Nur Yanu Nugroho, S.T., M.T. - Personal Name
Dr. Ali Azhar, S.T., M.T. - Personal Name
Nur Yanu Nugroho, S.T., M.T. - Personal Name
Dr. Ali Azhar, S.T., M.T. - Personal Name
621.25.24 Sal p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
xv, 75 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







